Istilah dalam biomekanika ortodontik

  • Gaya/Force
    • Terdapat dua macam yaitu natural dan biomekanika.
    • Aplikasi gaya untuk menggerakan benda tergantung pada: arah, besar, durasi (continuous -> gaya konstan, interrupted -> gaya lama-kelamaan berkurang, intermittent -> gaya nol, ex. saat alat orthodontik di lepas), frekuensi, titik aplikasi.
  • Couple adalah 2 gaya sama besar tapi berlawanan menghasilkan rotasi murni.
  • Stress adalah gaya yang diaplikasikan per unit area. Sedangkan strain adalah distorsi internal per unit area (perubahan akibat adanya stress).
  • Center of resistance (CORS) – relative konstan
    • Titik dimana massa benda terkonsentrasi.
    • F -> CORS -> translasi.
    • Letak: Apabila akar tunggal terletak pada pertengahan akar (1/3-1/2 akar). Apabila akar ganda terletak pada 1-2mm di bawah furkasi di antara akar.
    • Dapat berubah tergantung dari tinggi tulang dan panjang akar (resorpsi).
  • Center of rotation (CORT) merupakan titik yang menjadi pusat rotasi. Dipengaruhi oleh jenis pergerakan gigi.
  • Moment yaitu kecenderungan rotasi dari sebuah gaya. Gaya x Jarak ke CORS = Rotasi.

Macam Pergerakan Gigi

  • Tipping. Gaya yang diarahkan ke gigi menyebabkan pergerakan pada bagian mahkota gigi searah dengan gaya dan akar gigi berlawanan dengan arah gaya
  • Bodily movement (translasi): akar dan mahkota gigi bergerak searah dengan gaya.
  • Intrusi: bodily movement sepanjang sumbu gigi kearah apeks. .
  • Ekstrusi: bodily movement sepanjang sumbu gigi kearah oklusal. Rotasi: gerakan ke labial/ lingual memutari sumbu gigi.
  • Rotasi: Gerakan ke labial/lingual memutari sumbu gigi.
  • Torquing: reverse tipping.
  • Uprighting.

Pergerakan Fisiologis

  • Erupsi.
  • Migrasi.
  • Mastikasi.

Teori Pergerakan Gigi

  • Blood flow theory (Bien)
    • Mediator inflamasi aktivasi osteoklas atau osteoblast.
    • Gaya orthodontik → kompresi ligamen periodontal → pembuluh darah terjebak diantara serat principal ligamen periodontal → stenosis (penyempitan) → aneurysm → gas dalam darah keluar menuju cairan interstitial → tercipta situasi kondusif untuk resorpsi.
  • Bone Bending Piezoelectric Theory
    • Gaya orthodontik → tulang alveolar membengkok → aliran elektron →
      • Tulang konkaf → muatan negatif → deposisi tulang.
      • Tulang konveks → muatan positif → resorpsi tulang.
    • Sumber elektrik:
      • Kolagen.
      • Hydroxyapatit
      • Pertemuan kolagen-hydroxyapatit.
      • Fraksi mukopolisakarida.
  • Pressure tension theory (Schwarz)
    • Tekanan ringan (=< toleransi jaringan).
      • Toleransi jaringan = tekanan pembuluh darah kapiler 20 gr/cm2.
      • Pressure side : ligamen periodontal tertekan hingga 1/3 ketebalan aslinya. Vaskularisasi meningkat dan terjadi mobilisasi osteoklas yang menyebabkan frontal resorpsi (resorpsi pada alveolar yang berbatasan dengan ligamen periodontal).
      • Tension side: ligamen periodontal terenggang. Vaskularisasi meningkat dan terjadi mobilisasi osteoblas serta fibroblast yang menyebabkan deposisi tulang.
    • Tekanan kuat (melebihi toleransi jaringan)
      • Terjadi nekrosis jaringan sehingga pergerakan gigi menjadi lebih lama.
      • Pressure side: terjadi hyalinisasi dengan tahapan:
        • Degenerasi jaringan.
          Sel endotel pembuluh darah rusak pembuluh darah bocor → degenerasi pembuluh darah → penurunan suplai oksigen dan nutrisi → nekrosis atau degenerasi jaringan.
        • Eliminasi jaringan rusak.
          Resorpsi tulang undermining (resorpsi tulang dari dalam tulang alveolar ke arah area hyalinisasi) → invasi sel-sel dan pembuluh darah ke area hyalinisasi → eliminasi jaringan yang rusak dan sisa area hyalinisasi melalui fagositosis.
        • Rekonstruksi jaringan pendukung.
          Pembentukan kolagen baru → ligamen periodontal baru yang jumlah selnya lebih banyak, lebih lebar dan lebih banyak vaskularisasi.
      • Tension side: ligamen periodontal terenggang berlebihan, pembuluh darah robek dan iskemia, tidak ada aktivitas osteoblastik, gigi menjadi goyang pada soketnya, gigi terasa sakit.

Tahap Pergerakan Gigi

  1. Initial phase (1 minggu): pergerakan gigi di dalam soket.
  2. Lag phase (2-3 minggu): terbentuk hyalinisasi,gigi bergerak minimum/berhenti sama sekali dan terjadi resorpsi undermining.
  3. Post lag phase: area hyalinisasi hilang, gigi bergerak kembali dan terjadi resorpsi frontal

Apabila tekanan ringan : area hyalinisasi kecil dan resorpsi frontal.
Apabila tekanan keras : area hyalinisasi besar dan resorpsi undermining.


Sumber: Pedoman dan Tatalaksana Praktik Kedokteran Gigi.

By Infodrg