Covid-19

ByInfodrg

Dec 17, 2020

Coronavirus (CoV) merupakan patogen mayor yang menyebabkan bencana penyakit respiratorius. Virus ini merupakan famili single-stranded RNA (+ssRNA) yang dapat diisolasi dari berbagai spesies hewan (Perlman dan netland, 2009). Hingga sekarang, masih belum diketahui bagaimana virus dapat menginfeksi spesies yang berbeda, baik pada SARS maupun MERS.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) terjadi pada tahun 2002-2003, diawali oleh adanya transmisi zoonotik (kemungkinan kelelawar dari musang [palm civets]) oleh coronavirus novel di pasar provinsi Guangdong, China.

MERS (Middle East Respiratory Syndrome) terjadi pada tahun 2012 hingga sekarang, juga diawali adanya transmisi zoonotik (kemungkinan kelelawar dari unta arab [dromedary camels]) dari coronavirus novel di Arab Saudi.

COVID-19 mempunyai manifestasi asimtomatik atau hanya gejala ringan seperti demam, batuk dan napas pendek (CDC 2020). Gejala ini biasanya muncul pada hari ke 2 sampai ke 14. Kemiripan dari ketiga tipe coronavirus ini memiliki manifestasi berupa demam, batuk, yang akan berlanjut menjadi penyakit traktus respiratorius bawah.

Prognosis infeksi COVID-19 menjadi buruk jika pasien berusia tua dan memiliki latar belakang kondisi sistemik lainnya. Konfirmasi infeksi memerlukan pemeriksaan tes asam nukleat virus dari sampel swab tenggrokan.

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis, gejala, paparan dari negara endemik dan gambaran paru. Jika melihat case fatality rate (CFR), maka SARS memiliki CFR sebesar 9,6% sampai >40% pada pasien usia >60 tahun, MERS sebesar 30% sampai 34,4% dan COVID-19 sebesar 2,6%.

« Back to Glossary Index

By Infodrg